Loading...

I.4. ISTILAH – ISTILAH DALAM ANGKUTAN UDARA

 Agen adalah seorang ataupun organisasi yang mempunyai wewenang bertindak untuk dan atas nama orang ataupun orgasasi lain.

  1. Air Cargo Transfer Manifest adalah Kargo Manifest transfer yang digunakan untuk transfer kargo
  2. Airline adalah perusahaan yang menerbitkan SMU (Surat Muatan Udara) maupun ticket untuk membawa Kargo maupun Penumpang dan apapun yang berhubungan dengan hal tersebut.
  3. AWB (Airwaybill) atau SMU adalah Surat Muatan Udara / Dokumen yang dibuat oleh dan atas nama pengirim yang mencantumkan bukti-bukti perjanjian antara pengirim dan pengangkut untuk membawa barang sesuai dengan rute yang diterbangi oleh perusahaan pengangkut.
  4. Baggage adalah barang bawaan penumpang
  5. Kargo adalah barang atau muatan yang diangkut oleh pesawat dengan disertai SMU (Surat Muatan Udara)
  6. Kargo, Tranfer adalah kargo yang tiba disuatu poin oleh sebuah penerbangan dan dilanjutkan ke poin lain oleh penerbangan lanjutan.
  7. Consignee adalah penerima barang dimana nama penerima dicantumkan di SMU ataupun AWB sebagai bagian kemana barang tersebut ditujukan.
  8. Dangerous Goods adalah barang-barang yang dimungkinkan beresiko terhadap keselamatan dan kesehatan terhadap orang maupun barang.
  9. Embargo adalah penolakan pengiriman oleh airline untuk jangka waktu tertentu disebabkan oleh kebijakan airline tersebut maupun kebijakan pemerintah
  10. Flight Number adalah nomor penerbangan atau penunjukan sebuah penerbangan dengan nomor
  11. General Cargo adalah barang-barang kiriman biasa yang bukan barang berharga maupun barang berbahaya dan tidak memerlukan penanganan khusus
  12. General Sales Agent (GSA) adalah agent tunggal organisasi yang bertindak untuk dan atas nama airline
  13. Heavy Cargo adalah kargo dengan berat sama dengan atau diatas 150 Kg untuk tiap kolinya
  14. Minimum Charge adalah bea berat minimum yang dikenakan, dan besarnya ditetapkan oleh airline
  15. Neutral Airwaybill (SMU) adalah AWB atau SMU standar tanpa identitas Perusahaan pengangkut
  16. Perishable Cargo adalah kargo atau barang kiriman yang mempunyai periode atau waktu ketahanan, kelembaban, suhu serta kondisi lingkungan
  17. Published Rate adalah harga yang ditetapkan oleh Airline atau organisasi yang bertindak untuk dan atas nama Airline
  18. Reservations adalah berarti bahwa Perusahaan penerbangan menerima permintaan pengirim untuk meminta space atau ruang kargo dimana pengirim memberikan data barang kiriman tersebut dengan lengkap sebelum keberangkatan pesawat dan konfirmasi dari perusahaan penerbangan harus disampaikan kepada pengirim bisa atau tidaknya.
  19. Shipper/Pengirim adalah orang atau organisasi yang mana namanya tercantum di AWB atupun SMU dan sebagai bagian dari perjanjian dengan perusahaan penerbangan
  20. Surcharge adalah bea-bea tambahan yang ditetapkan untuk barang-barang yang memerlukan penanganan khusus ataupun disesuaikan dengan kondisi-kondisi yang memungkinkan untuk adanya surcharge
  21. Tariff adalah harga dan bea-bea yang diterbitkan
  22. Transfer adalah perpindahan kargo dari satu perusahaan pengangkut ke perusahaan pengangkut lain dengan bukti transfer manifest
  23. Transhipment adalah pengangkutan kargo melalui satu perusahaan pengangkut, kemudian diangkut kembali melalui perusahaan pengangkut yang lain
  24. Transit adalah sebuah poin atau tempat pemberhentian dimana cargo tetap di berangkatkan
  25. Unaccompanied Baggage adalah barang bawaan penumpang yang disertai SMU atau AWB sehingga dianggap sebagai kargo
  26. Unit Load Device (ULD) adalah tipe-tipe kontainer atau palet dimana barang-barang yang diangkut dimasukkan didalamnya.
  27. Valuable cargo adalah barang-barang berharga yang nilainya diatas Rp.10.000.000,- (Sepuluh Juta Rupiah) dan dinyatakan oleh pengirim
  28. Volume Charge adalah bea-bea yang ditetapkan berdasarkan volume barang
  29. Weight Charge adalah bea-bea yang ditetapkan berdasarkan berat aktual barang

 BAB II

PENERIMAAN BARANG

II.1. PENERIMAAN BARANG / KARGO

Barang-barang kiriman dapat diterima oleh pengangkut:

  1. Melalui Agen kargo yang ditunjuk
  2. Langsung dari pengirim dimana pengirim harus mempersiapkan barang kirimannya sesuai dengan aturan penerbangan

II.2. TANGGUNG JAWAB PENGIRIM

Tanggung jawab pengirim adalah memenuhi kewajiban yang ditetapkan oleh Perusahaan Penerbangan, Peraturan Pemerintah, Bea dan Cukai mengenai kewajiban dan pajak.

II.3. KEWAJIBAN PENGANGKUT

  1. Pengangkut bertanggung jawab terhadap barang yang diangkut apabila mengalami kerusakan yang disebabkan oleh kesalahan pengangkut, kehilangan atau hal-hal lain yang berhubungan dengan hal tersebut
  2. Pengangkut tidak bertanggung jawab apabila kerusakan maupun kehilangan barang tersebut merupakan isi, Kualitas karena barang tersebut tidak diperiksa kualitas maupun jumlah isinya oleh pengangkut
  3. Pengangkut tidak bertanggung jawab apabila terjadi kematian terhadap hewan yang diangkut apabila hewan tersebut dalam satu kandang yang memungkinkan terjadinya perkelahian, gigitan atau apapun juga yang menyebabkan kematian hewan tersebut dan tidak bertanggung jawab apabila hewan tersebut ternyata lemah/sakit yang menyebabkan kematiannya
  4. Pengangkut tidak bertanggung jawab atas keterlambatan barang
  5. Apabila terjadi kehilangan kerusakan atau kehilangan barang yang disebabkan oleh pengangkut, pengangkut mempunyai kewajiban untuk membayar maksimal sejumlah Rp.100.000,-/Kg atau sepuluh (10) kali biaya angkut
  6. Apabila pengirim menginginkan jumlah yang di klaim lebih dari jumlah maksimal yang ditetapkan, pengirim harus menjelaskan jumlah atau nilai barang tersebut kepada pengangkut sebelum barang dikirim sehingga dapat dikenakan bea tambahan sesuai dengan perjanjian

II.4. BATASAN – BATASAN KLAIM DAN TINDAKAN YANG DITEMPUH

  1. Apabila barang diterima tanpa adanya komplain ataupun tuntutan, hal tersebut merupakan bukti yang kuat bahwa tidak terjadi apapun dengan barang tersebut
  2. Tidak ada tindakan yang ditempuh oleh pengangkut terhadap terjadinya kehilangan ataupun kerusakan terhadap barang apabila komplain atau tuntutan tersebut tidak tertulis
  3. Pengangkut harus memberikan tanggapan dan melakukan tindakan apabila kompalin atau tuntutan tersebut disampaikan secara tertulis
  4. Tuntutan atau kompalin harus dibuat sebagai berikut:
    1. Apabila kerusakan barang tersebut terlihat dengan jelas, langsung setelah penemuan tersebut, paling lambat dalam empat belas (14) hari dari tanggal ditemukannya kerusakan tersebut, tuntutan atau komplain tersebut disampaikan kepada pengangkut
    2. Apabila barang tidak sampai ditujuan, dalam waktu paling lambat seratus dua puluh (120) hari dari tanggal keberangkatan, tuntutan atau komplain tersebut disampaikan kepada pengangkut.
  5. apabila tidak terjadi tuntutan atau komplain, hal-hal mengenai kerusakan maupun kehilangan barang dianggap tidak ada

 II.5. INSTRUKSI UNTUK PENGANGKUTAN BARANG

  1. Shipper’s Letter of Instruction atau Instruksi pengapalan harus diberikan oleh pengirim secara tertulis kepada pengangkut
  2. Penjabaran
  1. Shipper’s Letter of Instruction atau instruksi pengapalan adalah sebuah form atau bentuk yang digunakan oleh pengirim sebagai instruksi kepada pengangkut untuk menerbitkan AWB atau SMU, dan merupakan wewenang pengangkut untuk menandatangani AWB atau SMU tersebut atas nama pengirim
  2. Kelengkapan instruksi pengapalan adalah sebagai berikut:
    1. Shipper atau pengirim : menunjukkan nama lengkap baik perusahaan maupun perorangan, alamat serta nomor telepon yang dapat dihubungi
    2. Consignee atau penerima barang: menunjukkan nama lengkap baik perusahaan maupun perorangan serta nomor telepon yang dapat dihubungi
    3. Airport keberangkatan: harus menunjukkan secara lengkap
    4. Airport tujuan: harus menunjukkan secara lengkap
    5. Tanda dan nomor: pengirim menunjukkan tanda dan nomor yang terlihat di paket atau barang kiriman
    6. Jumlah dan macam paket atau kiriman: pengirim harus menunjukkan jumlah koli ataupun packingnya baik itu dalam karton, tas, peti dan sebagainya
    7. Penjelasan tentang barang: setiap barang kiriman harus dijelaskan macam-macam isinya, yaitu komoditi barang kiriman tersebut
    8. Gross weight: pengirim harus menunjukkan berat barang kiriman tersebut
    9. Measurement atau ukuran barang: pengirim harus menunjukkan ukuran barang tersebut, yaitu ukuran Panjang, Lebar serta Tinggi
    10. Bea angkut: Pengirim harus menunjukkan apakah barang tersebut Prepaid (pembayaran di statsiun keberangkatan) ataupun Collect (pembayaran di stasiun tujuan)
    11. Pernyataan nilai barang kiriman: jumlah nilai barang kiriman yang dinyatakan oleh pengirim, harus ditunjukkan apakah dinyatakan atau tidak
    12. Pernyataan nilai untuk Bea dan Cukai: untuk Pengiriman Internasional biasa di check oleh Bea dan Cukai di negara tujuan dan bea yang dibebankan berdasarkan nilai yang dinyatakan
    13. Jumlah nilai asuransi yang diminta: jika Pengangkut menyediakan pertanggungan untuk asuransi, jumlah yang diminta harus jelas. Jika tidak, barang tidak diasuransikan, dan apabila diasuransikan, itu merupakan beban pengirim
    14. Informasi Handling (Penanganan) dan keterangan-keterangan: ditulis sesuai dengan yang diinginkan oleh pengirim
    15. Tanggal tanda tangan: pengirim harus bertanda tangan di instruksi pengapalan dengan tanggal yang jelas

 II.6. DOKUMEN – DOKUMEN TAMBAHAN

 Sebagai tambahan, dokumen-dokumen yang diperlukan apabila ada penanganan khusus adalah:

  • Shipper’s Declaration for Dangerous Goods apabila barang tersebut masuk dalam kategori Dangerous Goods
  • Shipper’s Certification for Live Animals apabila kiriman tersebut binatang hidup
  • Copy Commercial Invoice

 II.7. BATASAN – BATASAN DALAM PENERIMAAN BARANG

  1. Batasan – batasan dikarenakan oleh kondisi barang

Ketika ada suatu label yang menunjukkan bahwa barang tersebut harus ditangani secara khusus seperti Side Up, Live Animal, Liquids label dan lain-lain.

 Live Animals

Penerimaan untuk Live Animals tunduk pada aturan yang ditentukan oleh perusahaan pengangkut yang erat kaitannya dengan jenis hewan, jenis pesawat, suhu, penjaga hewan dan lain – lain.

 Oleh karena itu, untuk Live Animals harus dikontrol langsung oleh perusahaan pengangkut atau yang bertindak untuk dan atas nama perusahaan pengangkut dengan kondisi sebagai berikut:

  1. Kesehatan dan kondisi hewan

                Hanya hewan dengan kondisi kesehatan baik yang diterima, Pengirim harus menyatakan bahwa hewan tersebut dalam kondisi sehat dan tidak dalam keadaan mengandung.

  1. Packing dan penandaan

          Packing harus bersih, kuat serta aman dan harus diberi Label.

      Makanan hewan serta hal yang berkaitan

Hal-hal tambahan seperti; makanan yang menyertai hewan tersebut tetap dihitung beban beanya, jika dikirim secara terpisah, harus diberi tanda yang   merupakan bagian dari hewan tersebut.

  1. Reservasi

    Konfirmasi harus diterima untuk ruang kargo supaya memudahkan apabila harus diangkut lanjut

  1. Konsolidasi

       Live Animals tidak boleh di konsilidasi walaupun dengan Live Animals maupun dengan barang lain

  1. Dokumen

          Dokumen kesehatan dan sertifikat tidak rabies harus diserahkan copy nya.

                     Untuk Live Animals jenisnya adalah: Kucing, Anjing, Monyet, Live Tropical Fish dan Anak Ayam atau Unggas.

 Senjata, Amunisi serta Peralatan Perang

Pengangkut tidak mengijinkan untuk membawa barang – barang tersebut.

  1. Dangerous Goods

Pengangkut tidak mengijinkan untuk membawa barang – barang tersebut kecuali tingkat bahayanya kecil dan harus mendapat konfirmasi dari pengangkut.

  1. Jenazah
  2. Jenazah yang dikremasikan (Abu Jenazah)

                 Jenazah yang dikremasikan (Abu Jenazah) dapat diterima oleh pengangkut dan harus dipacking dengan kuat

  1. Jenazah utuh

                Jenazah utuh harus didalam peti mati yang kuat

       Jenazah tidak boleh dikonsolidasi.

  1. Mesin Tanpa Peti

Pengangkut tidak mengijinkan

 Perishable

Pengirim harus memberitahu masa maksimum ketahanan barang tersebut dan harus dalam packing standar

 Personal Effects – Unaccompanied Baggage

Apabila barang tersebut didalam koper ataupun lainnya yang serupa, koper tersebut harus dalam keadaan terkunci dengan baik

 Barang – barang yang berbau menyengat

Pengangkut dapat mengangkut barang – barang tersebut dengan catatan harus dipacking dengan packing standar sehingga baunya dapat hilang

 Valuable Cargo (barang – barang berharga)

Barang – barang berharga dapat diterima dengan catatan:

  1. Nilainya dinyatakan, sehingga dapat diasuransikan
  2. Tidak dikonsol dengan barang lain
  3. Dipacking dengan kuat dan memakai packing dengan ukuran standar yang dapat dengan mudah terlihat

 Kendaraan Bermotor

Semua jenis kendaraan bermotor masuk dalam kategori Dangerous Goods, sebagai pengecualian barang tersebut dapat diterima

 Kargo Basah

Kargo dalam kondisi basah dapat diterima dengan catatan Packing standar dan kuat

 Batasan – batasan dikarenakan oleh berat dan ukuran barang

Kargo biasanya bermacam-macam berat dan ukuran dan dapat dimuat didalam pesawat tergantung dari tipe pesawat yang dioperasikan. Bagaimanapun juga pengirim harus menghubungi pengangkut dan memberikan informasi yang jelas kepada pengangkut, karena pengangkut mempunyai ketentuan dan batasan-batasan dalam penerimaan maksimal kargo baik itu dari segi berat maupun ukuran.

  1. Berat

Dalam penerimaan kargo, barang kiriman harus secara akurat dan tepat ditimbang. Berat dari setiap koli harus ditimbang, diawasi oleh pengangkut maupun oleh perusahaan yang ditunjuk dan bertindak untuk dan atas nama pengangkut.

 Ukuran

Ukuran, yaitu Panjang, Lebar dan Tinggi harus diukur dalam penerimaan kargo untuk penghitungan berat dan bea yang dibebankan. Yang mana yang lebih besar berat atau volume kargo, itu yang nantinya akan dikenakan bea.     

 Batasan – batasan dikarenakan Nilai Barang

  1. Batasan Nilai untuk setiap Barang Kiriman

Barang kiriman yang nilainya lebih dari Rp. 1.000.000.000,- (Satu Milyar Rupiah) tidak diterima oleh pengangkut jika tidak ada konfirmasi sebelumnya untuk pengaturannya, dalam arti bahwa barang tersebut harus diasuransikan terlebih dahulu, kemudian copy dari nilai pertanggungannya diberikan kepada pengangkut.

 Batasan Nilai untuk barang dalam satu Pesawat

Nilai barang yang diangkut dalam satu pesawat harus tidak melebihi nilai dan batasan yang ditentukan oleh pengangkut apabila barang tersebut merupakan barang-barang berharga dan harus dibagi dalam beberapa pesawat karena untuk menghindari tindak kejahatan yang mungkin terjadi. Pengangkut berhak menolak

 untuk mengangkut barang-barang berharga apabila terjadi kekhawatiran terjadinya tindak kejahatan.

 Embargo

  1. Embargo berarti penolakan pengangkut untuk mengangkut barang kiriman (Kargo) dalam jangka waktu tertentu untuk suatu rute atau bagiannya dari dan ke rute tersebut baik itu penolakan keseluruhan maupun komoditi kargo
  2. Embargo ditetapkan efektif pada Jam 0001 GMT hari kedua setelah dikeluarkannya pernyataan dari pengangkut.

 Kargo yang tidak dapat diterima

  1. Barang-barang yang dapat membahayakan pesawat, orang atau penumpang dan barang.
  2. Barang-barang yang dilarang oleh Hukum dan Undang-Undang serta peraturan Pemerintah.

 II.8. PENGATURAN BARANG KIRIMAN

 Pengangkut tidak menerima barang interline untuk tipe-tipe barang kiriman seperti dibawah ini kecuali apabila ada pengaturan sebulumnya.

 Barang kiriman tersebut adalah:

  1. Barang yang membutuhkan penanganan khusus di stasiun transit
  2. Barang kiriman yang nilainya sama dengan atau lebih dari Rp. 1.000.000.000,- (Satu Milyar Rupiah)
  3. Barang kiriman yang terdiri dari:

– Barang yang berukuran besar

– Live Animals

– Perishables

– Dangerous Goods

– Human Remain

 Pemberitahuan Kedatangan Barang

Pemberitahuan kedatangan barang diberitahukan atau dikirimkan ke penerima barang, dan pengangkut tidak bertanggung jawab apabila pemberitahuan tersebut tidak diterima atau terlambat.

 Pengantaran Barang Kiriman

Pengantaran barang kiriman ke penerima barang dianggap efektif apabila:

  1. Ketika barang sudah berada di Gudang dan sudah menjadi kewenangan penerima barang untuk mengambil barang tersebut
  2. Ketika barang sudah berada di Gudang dan sudah menjadi kewenangan penerima barang untuk mengambil barang tersebut dengan melalui proses Bea dan Cukai atau peraturan Pemerintah  

 Tempat Pengantaran

Tempat pengantaran adalah Pelabuhan Tujuan sebagai mana yang tercantum dalam poin C, dan penerimaan barang sudah dianggap efektif.

 Penerima tidak mengambil barang kiriman

  1. Apabila penerima tidak mengambil barang kiriman, pengangkut akan memberitahukan kepada pengirim, apabila sampai waktu tiga puluh (30) hari kerja tidak ada konfirmasi baik itu dari pengirim maupun penerima, pengangkut berhak untuk menjual atau menghancurkan barang kiriman tersebut.

 Apabila pengirim meminta untuk mengembalikan barang tersebut ke stasiun semula (Stasiun keberangkatan), maka segala bea yang timbul dibebankan kepada pengirim. Apabila pengirim tidak mau menanggung beban bea yang muncul, pengangkut berhak untuk menjual atau menghancurkan barang tersebut dengan pemberitahuan minimal sepuluh (10) hari kerja dan maksimal lima belas (15) hari kerja.

 II.9. PENGIRIMAN BARANG SELAMA DALAM PENGANGKUTAN

 Memenuhi Ketentuan dan Persyaratan Pemerintah

  1. Pengirim harus memenuhi Peraturan dan Undang-Undang Pemerintah baik itu Bea dan Cukai atau apapun yang berhubungan dengan hal tersebut di Stasiun keberangkatan maupun di Stasiun Tujuan. Pengangkut tidak mempunyai kewajiban untuk mengkoreksi dokumen apapun yang dibuat oleh pengirim dalam hubungannya dengan pemenuhan kewajiban terhadap Undang-undang Pemerintah. Pengangkut tidak bertanggung jawab terhadap bea-bea yang timbul akibat dari pemenuhan kewajiban pengirim terhadap Undang-Undang Pemerintah dimanapun itu berada.

 Pengangkut tidak berhak menolak untuk mengangkut barang kiriman yang sudah memenuhi persyaratan Peraturan Pemerintah untuk diangkut kecuali diminta oleh Pihak Berwenang untuk tidak mengangkut barang kiriman tersebut.

B.         Pengeluaran – Pengeluaran serta Bea dan Cukai

Pengangkut tidak mempunyai kewajiban untuk mengeluarkan bea – bea dalam hal barang kiriman harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh Pemerintah maupun Bea dan Cukai baik itu bea-bea wajib, Pajak maupun bea-bea lainnya yang berhubungan dengan barang.

C.         Jadwal, Rute dan Pembatalan Penerbangan

  1. Pengangkut berwenang untuk mengangkut barang kiriman sebagian atau keseluruhan tanpa pemberitahuan sebelumnya dalam arti seluruh masalah operasional pengangkutan adalah tanggung jawab pengangkut.

 Jadwal yang dibuat oleh pengangkut adalah tanggung jawab pengangkut dan jadwal tersebut bukan merupakan jaminan atau apapun yang termasuk didalam perjanjian dengan pengirim. Pengangkut juga berwenang untuk merubah atau mengalihkan rute penerbangan.

  1. Pengangkut berhak menunda, membatalkan dan mengalihkan jadwal penerbangan tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  2. Tunduk pada Pemerintah, pengangkut berwenang untuk menentukan prioritas angkutan, baik itu kargo, surat maupun penumpang. Apabila kargo tidak terangkut, sehingga menyebabkan keterlambatan atau penundaan, pengangkut tidak bertanggung jawab atas hal tersebut.

 D.         Hak Pengangkut terhadap Pengiriman Barang

 Pengangkut berhak menahan barang untuk tujuan tertentu jika diperlukan, dimanapun itu, dengan pemberitahuan sebelumnya kepada pengirim.

 Hal tersebut dilakukan jika ada resiko terhadap keselamatan penerbangan,  pembayaran dari pengirim kepada pengangkut atau bila beresiko terhadap Peraturan Pemerintah.

 BAB III

BEA – BEA ANGKUTAN

III.1. UMUM

Harga atau Tarif adalah Bea yang dibebankan oleh pengangkut terhadap barang dalam hitungan berat atau volume.

 Penerapan harga tersebut efektif pada saat diterbitkannya AWB atau SMU oleh pengirim.

 Perhitungan bea-bea tersebut dengan mengkalikan harga yang ditetapkan dengan berat yang dikenakan.

 III.2. CARA PENGHITUNGAN BEA – BEA ANGKUTAN

A.         Pernyataan Tentang Barang Kiriman

Shipper / Pengirim harus menyatakan:

  1. Total Gross Weight dan Volume dari barang kiriman
  2. Informasi Gross Weight dan Volume dari barang kiriman harus terpisah
  3. Pemberitahuan tentang isi atau komoditas barang

B.         Perhitungan Berat yang dikenakan Bea

Berat yang dikenakan bea adalah aktual Gross Weight atau Volume Weight, yang mana yang lebih besar .

 Apabila pengirim sudah menyatakan total Gross Weight dari barang kiriman:

    • Berat yang dikenakan bea harus dihitung untuk sebuah kiriman yang berisi satu macam barang.
    • Bea yang didapatkan dengan Mengkalikan Harga General Cargo yang ditetapkan dengan berat yang dikenakan bea

 Apabila pengirim menyatakan secara terpisah Berat dan Volume dari barang kiriman:

    • Berat yang dikenakan bea harus dihitung untuk sebuah kiriman secara terpisah
    • Bea yang didapatkan dengan mengkalikan barang kiriman secara terpisah
    • Apabila terjadi perbedaan berat dan volume, maka yang dikenakan bea adalah yang terbesar diantara berat dan volume tersebut

C.         Penghitungan Volume Weight (Berat Volume)

Dalam penghitungan Volume, ada beberapa cara untuk menentukan berat volume yaitu:

  1. Centimetres – Kilogram
  2. P (cm) x L (cm) x T (cm) : 6.000 = Berat Volume dalam Kg
  3. P (cm) x L (cm) x T (cm) : 1.000.000 X 167 = Berat Volume dalam Kg

 Keterangan:

cm = Satuan ukuran Centimetres

P = Satuan Panjang dalam Centimetres

L = Satuan Lebar dalam Centimetres

T = Satuan Tinggi dalam Centimetres

6.000 adalah index pembagi yang ditetapkan untuk mendapatkan berat volume dari cubic centimetres.

1.000.000 adalah index pembagi untuk mendapatkan cubic metres dari cubic centimetres.

167 adalah index pengkali untuk mendapatkan berat volume dari cubic metres

 Inches – Kilogram

 P” x L” x T” : 366 = Berat Volume dalam Kilogram

 Keterangan:

P” = Satuan Panjang dalam Inches

L” = Satuan Panjang dalam Inches

T” = Satuan Tinggi Dalam Inches

366 adalah index pembagi yang ditetapkan untuk mendapatkan berat volume dari cubic inches

 Inches – Pounds

P” x L” x T” : 166 = Berat Volume dalam Pounds (Lbs)

 Keterangan:

” = Satuan ukuran Inches

P” = Satuan Panjang dalam Inches

L” = Satuan Lebar dalam Inches

T” = Satuan Tinggi dalam Inches

Lbs = Satuan ukuran dalam pounds

D.         Istilah – Istilah dalam satuan ukuran dan Berat

CBCM   = Cubic Centimetres

CBM     = Cubic Metres

M         = Metres

CM       = Centimetres

”           = Inches

Lbs       = Pounds

Kg        = Kilograms

1”         = 2.54 CM

1 Kg     = 2.20 Lbs

1 M      = 1.000 CM

1 CBM  = 1.000.000 CBCM

 BAB IV

PEMBAYARAN BEA – BEA ANGKUTAN

  1. Semua bea – bea dalam hubungannya dengan pengiriman barang melalui angkutan udara dibayarkan secara Cash oleh Pengirim (Prepaid) atau oleh Penerima (Collect), akan tetapi ada pengecualian; apabila pengangkut mempunyai persetujuan tersendiri dengan Pengirim atau Penerima mengenai jangka waktu pembayaran sesuai dengan persetujuan Pengangkut.

 Cara – cara Pembayaran baik itu Prepaid maupun Collect harus tercantum dengan jelas di dokumen Angkutan Udara yaitu SMU atau AWB dan ditentukan oleh Pengangkut.

 Cara Pembayaran Collect ditetapkan oleh pengangkut dengan ketetapan Collect Fee yang harus dibayarkan oleh penerima sebesar 10% dari seluruh Bea Angkut.

 Hal – hal yang berhubungan dengan bea – bea yang harus dibayarkan baik itu oleh pengirim maupun penerima diluar bea – bea angkutan adalah menjadi tanggung jawab pengirim dan penerima.

 Pembayaran dilakukan dengan mata uang dalam negeri atau Rupiah.

 Pembayaran dengan mata uang asing harus mendapat persetujuan pengangkut.

 Pembayaran melalui check atau Giro harus mendapat persetujuan pengangkut dan dianggap lunas apabila sudah dicairkan.

 Pembayaran dilakukan pada saat selesai diterbitkannya dokumen angkutan udara (SMU atau AWB).

 Ketentuan yang dibuat oleh pengangkut merupakan aturan dari pengangkut dan tidak dapat diganggu gugat oleh pihak lain.

 

 

 

 

Tagged With:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook
Twitter